<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SahamKita.com</title>
	<atom:link href="http://www.sahamkita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sahamkita.com</link>
	<description>Menjadi Lebih Cerdas Dan Kaya Di Pasar Saham? Anda Bisa!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Jan 2013 12:54:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Klasifikasi Investor BEI: Ritel &amp; Institusi</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2013/01/16/klasifikasi-investor-bei-ritel-institusi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=klasifikasi-investor-bei-ritel-institusi</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2013/01/16/klasifikasi-investor-bei-ritel-institusi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2013 12:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Tentang Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Banyak rekan  &#8211; rekan yang sering mengatakan: Ayo rame &#8211; rame beli, biar harga sahamnya naik. Apakah harganya naik? Mengapa<a href="http://www.sahamkita.com/2013/01/16/klasifikasi-investor-bei-ritel-institusi/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak rekan  &#8211; rekan yang sering mengatakan: <b>Ayo rame &#8211; rame beli, biar harga sahamnya naik</b>. Apakah harganya naik? Mengapa demikian? Mungkin artikel di bawah ini bisa memberikan jawaban dari <b>sudut pandang berbeda</b>.</p>
<p>Ada 2 klasifikasi investor di BEI. Apa itu? Mereka adalah nasabah ritel &amp; nasabah institusi. Nasabah ritel mewakili individu / orang perorangan, sedangkan institusi mewakili perusahaan, baik perusahaan yang bergerak di bidang investasi, pengelolaan dana, ataupun perusahaan yang berinvestasi di saham.</p>
<p>Sebelum berbicara lebih lanjut, anda perlu tahu bahwa dari kedua tipe investor di atas, dibagi lagi menjadi investor lokal &amp; asing. Investor lokal adalah individu ataupun institusi yang berasal dari Indonesia. Investor asing berasal dari luar negeri.</p>
<p><b>Bagaimana peta kekuatan mereka?</b> Pada artikel ini sebagian besar data kami ambil dari harian Kontan 17 Desember 2012 yang ditulis oleh bapak Budi Frensidy.</p>
<p><a href="http://galerisaham.com/?attachment_id=15353" rel="attachment wp-att-15353"><img alt="GaleriSaham.com Asing vs lokal" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/abc.png" width="510" height="79" /></a></p>
<p>Nah, kembali ke topik investor ritel &amp; institusi, berikut kami jabarkan ‘peta’-nya :</p>
<p><a href="http://galerisaham.com/?attachment_id=15354" rel="attachment wp-att-15354"><img alt="GaleriSaham.com ritel institusi" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/1.png" width="507" height="41" /></a></p>
<p>Jumlah investor institusi diperkirakan mencapai 9300 badan. Jika dibandingkan rekening efek BEI yang mencapai 400.000 rekening, maka porsi institusi hanya sebesar 2,325% saja. Apakah istilah: <b>‘Ayo rame &#8211; rame beli, biar harga sahamnya naik’ </b>bisa diterapkan? Coba lihat di bawah ini</p>
<p><a href="http://galerisaham.com/?attachment_id=15355" rel="attachment wp-att-15355"><span id="more-317"></span><img alt="GaleriSaham.com dana ritel institusi" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/2-3.png" width="508" height="70" /></a></p>
<p>Dana yang dimiliki institusi diperkirakan 11x dana individu, menguasai 92% dana di BEI. Institusi terdiri dari 60% asing &amp; 40% domestik.</p>
<p><b>Siapa sajakah</b> investor institusi tersebut: Perusahaan asuransi, dana pensiun, manajer investasi, reksadana, holding company, serta hedge fund asing. Tanpa perlu kita menebak jenis institusi mana yang menguasai dana di antara sesama institusi, dapat disimpulkan bahwa institusi menguasai dana di BEI (baik lokal maupun asing). Jadi, istilah: <b>‘Ayo rame &#8211; rame beli, biar harga sahamnya naik’</b> apakah berlaku untuk ritel? Ya, kalau kita follow the big fundJ</p>
<p><b>Skor sementara: 1 – 0 untuk Institusi.</b></p>
<p>Oke, kita akhiri pembahasan mengenai penguasaan dana. Coba kita dalami lagi perbedaan antara investor ritel &amp; institusi di bawah ini.</p>
<p><a href="http://galerisaham.com/?attachment_id=15356" rel="attachment wp-att-15356"><img alt="GaleriSaham.com Perbandingan ritel institusi" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/4.png" width="510" height="71" /></a></p>
<p>Institusi membeli saham <b>sesuai kebutuhan dan kebijakan</b> perusahaan. Di sisi lain, investor ritel lebih dipengaruhi usia. Semakin muda maka porsi saham relatif lebih besar.</p>
<p><a href="http://galerisaham.com/?attachment_id=15357" rel="attachment wp-att-15357"><img alt="GaleriSaham.com Sumber Dana ritel institusi" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/5-6.png" width="503" height="55" /></a></p>
<p>Bagaimana dengan laporan kinerja investasi bulanan? Mingguan? Kuartalan? Tahunan? Hampir semua investor ritel tidak memerlukan pertanggungjawaban seperti ini dan sangat sedikit yang melakukan review. Tapi bagi institusi sudah merupakan keharusan. Dana yang dimiliki dan dikelola untuk diinvestasikan selalu harus <b>dapat dipertanggungjawabkan</b> karena pada umumnya dana mereka berasal dari nasabah – nasabah yang mempercayakan uangnya. <b>Bagaimana dengan anda?</b></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/?attachment_id=15358" rel="attachment wp-att-15358"><img alt="GaleriSaham.com strategi ritel institusi" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/7-8-9.png" width="509" height="86" /></a></p>
<p>Sudah merupakan rahasia umum bahwa banyak individu yang terjebak di saham – saham berisiko tinggi &amp; nyangkut. Ini disebabkan karena <b>tingkat keberanian</b> untuk mengambil risiko yang tinggi ataupun banyak yang <b>tidak mempedulikan risiko</b>. Ditambah dengan strategi yang menitikberatkan pada keuntungan maksimal, <b>kadang risiko diabaikan</b>. <b>Setuju?</b> Lain dengan investor institusi, pengelolaan dana dititikberatkan untuk meminimalisir risiko dengan tingkat keuntungan yang mampu melampaui benchmark-nya (IHSG, LQ45, BI-Rate, dll). Dengan demikian, <b>diversifikasi</b> menjadi hal yang wajib. <b>Likuiditas </b>saham pun akan mencari kriteria pemilihan saham karena dana mereka tidaklah kecil.</p>
<p><a href="http://galerisaham.com/?attachment_id=15359" rel="attachment wp-att-15359"><img alt="GaleriSaham.com jangka waktu ritel institusi" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/10-11.png" width="508" height="70" /></a></p>
<p>Akhir pembahasan, jangka waktu investor ritel relatif pendek &amp; mereka percaya saham yang mampu naik tinggi akan dapat mengulangi prestasinya (apakah mereka sudah menghitung risiko?). Sebaliknya, investor institusi memiliki <b>jangka waktu investasi yang panjang</b>. Mereka lebih melihat adanya potensi koreksi pada saham yang telah naik cukup tinggi dan potensi rebound pada saham yang telah turun dalam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>KESIMPULAN:</b></p>
<p>Istilah ‘<b>Ayo tarik rame – rame</b>’ hanya efektif <b>jika kita follow the market</b>, bukan berusaha menggerakkan market. Mengapa? Karena dana ritel hanya 8% saja. Hati – hati dengan ajakan – ajakan beli yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.   Sudah hal yang wajar, baik di industri pasar modal maupun industri riil, penguasa pasar dengan dana besar dapat mendikte pasar. Setuju? Ambil contoh di sektor riil dewasa ini, coba jawab siapa yang pertama kali mengkampanyekan:</p>
<ul>
<li>Online banking?</li>
<li>Mobile banking?</li>
<li>Premium taxi service?</li>
<li>Mi instan?</li>
<li>Motor Matic?</li>
<li>Low cost green car?</li>
<li>Hybrid technology?</li>
</ul>
<p>Siapa yang mengampanyekan tapi gagal? Lalu dikembangkan pihak lain lalu berhasil? Mengapa yang pertama kali bisa gagal? Yang mengkampanyekan adalah perusahaan besar didukung dana besar. Jika ada yang gagal, yang menyuskseskan kembali adalah institusi yang lebih besar lagi bukan? Demikian pula di pasar finansial. Jika kita tahu posisi kita dimana, maka pikirkan baik – baik <b>apakah kita akan menciptakan sebuah tren baru atau mengikuti tren </b>yang sedang berkembangJ</p>
<p>Mengenai profitabilitas, mana yang lebih baik? Ritel ataukah institusi? Dari poin 4 s/d 11, tampak investor ritel tidak didukung oleh aturan – aturan dan kontrol terhadap investasinya. Institusi selalu di kontrol oleh aturan, kebijakan, serta pertanggungjawaban sehingga mereka lebih terarah dalam pengelolaan dananya. Menurut anda, mana yang hasilnya lebih baik?<b> Institusi berpeluang mencatat kinerja lebih baik dari ritel.</b></p>
<p><b>Jadi, skor akhir: 2 – 0 untuk institusi. </b></p>
<p>Apakah ritel perlu mengakhiri perjuangannya? Tidak! Yang perlu kita lakukan adalah menjadi trend follower. Ingat konsep di sektor riil, <b>jika kita tidak bisa menciptakan, ya kita mengikuti tren</b> yang ada saat itu &amp; mampu <b>mengubah haluan jika tren berakhir</b>. <b>Be a good trend follower</b>. Kemampuan menganalisa fundamental dan teknikal akan banyak membantu.</p>
<p><b>Mari trading dengan rapi seperti institusi, bergerak lincah bagaikan ritel.</b> Inilah kombinasi &amp; kelebihan yang dapat anda maksimalkan. <b>Being a retail investor is more fun than being an institution</b></p>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p>“Jika anda ingin memaksimalkan kinerja portfolio anda, anda dapat mendalami analisa teknikal di website rujukan kami: <strong><a href="http://galerisaham.com">GaleriSaham.com</a> </strong></p>
<p>&#8212;&#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Saham Kita | Investasi Saham | Analisa Saham | Belajar Saham</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2013/01/16/klasifikasi-investor-bei-ritel-institusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Krisis 2008 Empat Tahun Lalu &amp; Pemulihannya Saat Ini</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2013/01/07/krisis-2008-empat-tahun-lalu-pemulihannya-saat-ini/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=krisis-2008-empat-tahun-lalu-pemulihannya-saat-ini</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2013/01/07/krisis-2008-empat-tahun-lalu-pemulihannya-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2013 15:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Global Market]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Krisis 2008 sudah 4 tahun berlalu. Sempat terbesit di kepala ketika itu, akankah krisis ekonomi tahun 1997 &#8211; 1998 kembali<a href="http://www.sahamkita.com/2013/01/07/krisis-2008-empat-tahun-lalu-pemulihannya-saat-ini/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Krisis 2008 sudah 4 tahun berlalu. Sempat terbesit di kepala ketika itu, akankah krisis ekonomi tahun 1997 &#8211; 1998 kembali terulang? Pemikiran ini pasti pertama kali terbesit di kepala orang &#8211; orang yang berprofesi di pasar finansial, termasuk para investor. Siapa yang tidak takut, dana asing ditarik besar &#8211; besaran dari Indonesia, tersebar berita &#8211; PHK masal di seluruh dunia, perusahaan &#8211; perusahaan finansial asing berskala besar di Indonesia pun tidak sedikit yang melakukan PHK. Siapa yang tidak gemetar melihat kondisi itu? Seorang teman bekerja di sebuah investment banking menelpon, &#8216;hai, ini hari terakhir saya bekerja di sini, di singapura. See you in a better time&#8217;. Esok harinya, seorang teman menelpon dari perusahaan yang sama, &#8216;Hi, ini giliran saya. semoga karirmu lancar disana&#8217;. Seorang teman bercerita, koleganya di kantor dipanggil meeting, lalu tidak pernah kembali lagi ke meja. Siang hari semua barang &#8211; barang di meja kerjanya dirapikan dan dikirim via kurir ke rumahnya.</p>
<p>Apa yang ada di pikiran anda jika mengalami hal demikian? Tentu rasanya krisis 1997 &#8211; 1998 sebentar lagi akan terulang. Wah, coba bayangkan, dulu ketika 1997 harga rumah anjlok tidak rasional, orang yang punya uang dan berani membeli bisa berpeluang menjadi orang kaya dalam beberapa tahun kedepan. Kali ini harga saham di BEI yang anjlok tidak karuan. Beranikah beli? Sudah mempersiapkan tabungan yang banyak, adakah yang lenyap ditelan kasus Century? Ataukah uangnya lenyap ditelah perusahaan sekuritas yang saat itu tidak mampu mengelola manajemen ketika krisis?</p>
<p>Ya, jika dibayangkan kembali, memang saat itu orang yang &#8216;sial&#8217; akan benar &#8211; benar &#8216;sial&#8217; tertimpa tangga. Orang yang beruntung akan <span id="more-297"></span>mendapat keuntungan yang sangat tinggi dalam 4 tahun terakhir ini. Setuju? Coba saja hitung kenaikan saham &#8211; saham dari akhir 2008 hingga akhir 2012 kemarin. Ternyata krisis itu hanya dialami oleh pasar modal Indonesia, tidak sampai menyeret sektor rill. Coba tanyakan teman &#8211; teman yang berprofesi jauh dari perdagangan uang, apa mereka merasakan krisis? What crisis? Apalagi yang tidak pernah membaca berita sekalipun, apakah mereka sadar akan adanya krisis? Apakah ketika 2008 mall terlihat sepi? Krisis hanya melanda perusahaan Amerika &amp; Eropa dan terfokus utama pada industri finansial. Coba lihat berapa banyak bank asing yang akhirnya berganti nama. Coba lihat berapa bank akhirnya lenyap ditelan krisis. Untungnya, karena industri finansial di indonesia sudah belajar dari krisis 1997 dan relatif masih konservatif, dianalogikan naik mercedes, Amerika naik Ferarri, yang tabrakan itu pengemudi &#8211; pengemudi Ferarri. Sedangkan pengemudi Mercedes masih dibelakangnya, menonton saja dan terus melaju:)</p>
<p>Inilah fakta yang terjadi, tidak semua hal yang konservatif itu jelek, bahkan bisa lebih aman bukan? Inilah Indonesia, negara dari 5 negara yang tidak mengalami krisis ketika tahun 2008. Lihat grafik yang kami ambil dari The New York Times beberapa waktu lalu.</p>
<p><a href="http://www.sahamkita.com/2013/01/07/krisis-2008-empat-tahun-lalu-pemulihannya-saat-ini/world-recovery/" rel="attachment wp-att-298"><img class="alignnone size-full wp-image-298" alt="Pemulihan Ekonomi Dunia - SahamKita.com" src="http://www.sahamkita.com/wp-content/uploads/2013/01/World-Recovery.png" width="562" height="407" /></a></p>
<p>Negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar yang tidak mengalami resesi (<em>grafik kiri atas</em>) adalah Cina, India, Indonesia, Polandia, Australia. Tapi coba lihat laju pertumbuhan Poland dan Australia tidak sekuat Cina, India, &amp;Indonesia. Bahkan bursa saham Indonesia mampu melampaui kinerja negara sepantarannya &amp; melampaui level sebelum krisis terjadi, Luar biasa!  (<em>grafik kiri bawah</em>).</p>
<p>Negara yang terkena krisis tapi berhasil pulih dengan cepat adalah South Korea &amp; Brazil, sedangkan Amerika, Jerman, dan Kanada pulih lebih perlahan (<em>grafik tengah &#8211; tengah</em>).</p>
<p>Lihat grafik tengah atas, pertumbuhan GSP dunia terus meningkat pasca krisis 2008, bahkan tumbuh lebih tinggi daripada sebelum krisis. Logikanya, semua mengalami pemulihan bukan? Adakah yang belum mengalami pemulihan sama sekali? Ternyata ada, merekalah sang Troubled Economy, Inggris, Jepang, Prancis, Italia, dan Spanyol (<em>grafik kanan &#8211; tengah</em>). Hal ini direfleksikan oleh kinerja bursa saham yang terus melorot (<em>grafik kanan bawah</em>)</p>
<p>Apa kesimpulannya? Melihat pemulihan yang sedang terjadi saat ini, kondisi negara &#8211; negara maju masih belum ada pemulihan berarti serta Amerika yang hanya pulih perlahan, maka perekonomian dunia kembali berotasi ke negara &#8211; negara berkembang seperti China, India, dan Indonesia.</p>
<p>Tidak aneh bukan, banyak merk &#8211; merk asing bermunculan di Indonesia. Karena mereka tahu, ekonomi dunia saat ini ada di Asia, dan kita sudah di lokasi yang tepat:)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Saham Kita | Investasi Saham | Analisa Saham | Belajar Saham</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2013/01/07/krisis-2008-empat-tahun-lalu-pemulihannya-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;A Loss is Not a Loss Until You Sell&#8217; This is Very Dangerous!!!</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2012/01/31/a-loss-is-not-a-loss-until-you-sel-this-is-very-dangerous/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=a-loss-is-not-a-loss-until-you-sel-this-is-very-dangerous</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2012/01/31/a-loss-is-not-a-loss-until-you-sel-this-is-very-dangerous/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 15:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Tentang Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[“A loss is not a loss until you sell.” This is very dangerous. If traders keep their losing trades, they<a href="http://www.sahamkita.com/2012/01/31/a-loss-is-not-a-loss-until-you-sel-this-is-very-dangerous/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“A loss is not a loss until you sell.” This is very dangerous. If traders keep their losing trades, they lose more than just money on one particular trade. They lose focus and the ability to pick other trades. In such situations, traders are nervous and often angry. The losing trade sucks all the energy out of them&#8230;</strong></p>
<p>“Kerugian belum dianggap rugi jika belum dijual”. Konsep ini sangat amat berbahaya. Jika nilai investasi terus menurun walau belum dijual,Investor akan kehilangan bukan saja uang dalam satu saham tersebut. Mereka akan kehilangan fokus dan kemampuan untuk memilih saham bagus lainnya. Dalam kondisi demikian, seringkali investor menjadi panik dan emosional. Investasi yang menurun mampu menguras energi yang besar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2012/01/31/a-loss-is-not-a-loss-until-you-sel-this-is-very-dangerous/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studi Kasus Analisa Teknikal (BSDE)</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/studi-kasus-analisa-teknikal-bsde/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=studi-kasus-analisa-teknikal-bsde</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/studi-kasus-analisa-teknikal-bsde/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 04:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Teknikal Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Teknikal]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Tentang Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Note: Artikel ini kami sadur dari website GaleriSaham.com Walaupun tidak masuk dalam radar investasi kami, pergerakan BSDE (610) hari Kamis<a href="http://www.sahamkita.com/2012/01/15/studi-kasus-analisa-teknikal-bsde/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Note: Artikel ini kami sadur dari website <a href="http://galerisaham.com" target="_blank">GaleriSaham.com</a></p>
<p>Walaupun tidak masuk dalam radar investasi kami, pergerakan BSDE (610) hari Kamis 25 Feb ’10 lalu sangat menarik perhatian. Diberitakan bahwa saham BSDE dilepas ke investor strategis 23% dibawah harga penutupan sebelumnya (Baca: <a href="http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/bsde-placement-at-23-discount.html" target="_blank">Placement BSDE</a>). Berita ini keluar cukup mendadak tanpa tercium oleh investor. Alhasil BSDE ditutup turun -22% dari hari sebelumnya.</p>
<p>Ada teman yang mengeluh, “Waduh, gara – gara berita beginian nih saham jadi berantakan”. Pertanyaannya adalah, apakah berita fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal (dalam hal ini analisa teknikal) yang sedang berjalan?  Sementara jawaban kita bisa iya, bisa tidak. Jika melihat kembali konsep dasar analisa teknikal, disebutkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan suatu saham (berita, kegiatan korporasi, sentimen, laporan keuangan, dsb) telah tercermin di harga pasarnya. Kalangan akademis sering menyebutnya dengan istilah ‘Efficient Market Theory / Hypothesis’ (teori pasar efisien). Konsep dasar ini pada intinya menjelaskan bahwa segala hal yang  muncul telah direfleksikan oleh harga saham. Jadi, jika kembali ditanya, apakah aspek fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal yang telah terbentuk, jawaban yang paling tepat adalah aspek fundamental dan teknikal saling membentuk harga. Kedua hal tersebut berjalan beriringan dan tidak ada yang saling mengacaukan.</p>
<p>Kembali ke BSDE, jika kita jeli (memantau saham ini), ternyata pada hari kamis 24-1-2010 BSDE menunjukkan sinyal “waspada” dimana tutup di 780 dan membentuk pola Head &amp; Shoulder (HnS) dengan harga terendah hari itu 740 yang telah menembus support pola HnS. Sinyal sebelumnya dibentuk pada tanggal 11-02-2010 dimana harga tutup di 800 membreak level support pada uptrendline-nya. Tetapi yang lebih kami tekankan disini adalah pembentukan pola HnS yang menurut pengamatan kami memiliki akurasi 80%. Hanya saja waktu pencapaian target harganya yang berbeda, apakah perlahan atau secepat BSDE. Jika berita tersebar perlahan, harga cendurung turun perlahan dan sebaliknya.</p>
<p>Anda dapat melihat artikel kami yang terdahulu mengenai pola HnS di saham INDF: <strong><a href="http://galerisaham.com/2009/12/22/head-amp-shoulder-seberapa-efektifkah" target="_blank">Head &amp; Shoulder, Seberapa Efektif Kah?</a></strong></p>
<p><a href="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/2010/02/BSDE-10-02-28.png"><img title="BSDE-10-02-28" src="http://galerisaham.com/wp-content/uploads/2010/02/BSDE-10-02-28.png" alt="BSDE" width="475" height="330" /></a></p>
<p>Sekarang, apakah harga BSDE (610) sudah merupakan harga yang wajar?</p>
<p>1. Harga placement di level 600, artinya harga pasar di 610 kurang lebih sudah merefleksikan kondisi riil.</p>
<p>2. Target penurunan pola Head &amp; Shoulder (HnS) berada pada kisaran 630. Harga penutupan di 610 tidak terpaut terlalu jauh.</p>
<p>3. Jika kita memakai Fibonacci retracement, dengan memperhitungkan kenaikan BSDE sejak level terendah saat krisis dari Rp. 73 per lembar, fibonacci retracement 61% berada pada level 600! Target fibonacci sementara ini telah tercapai.</p>
<p>Dari 3 hal di atas, dimana 1 diantaranya merupakan aspek fundamental, semuanya menunjukkan bahwa harga 600 – 630 merupakan harga yang ‘wajar’ bagi BSDE. Ada berita fundamental, ada indikator yang memberi sinyal ‘waspada’, dan ada indikator yang memperkirakan target penurunan wajar. Sebuah hal yang sangat menarik dimana mampu menunjukkan <strong>sinergi dua ‘aliran’ yang saling berseberangan</strong> (fundamental dan teknikal). Di artikel ini kami tidak membahas ‘bagaimana pergerakan BSDE selanjutnya’ tetapi sekadar ingin menunjukkan adanya <strong>sebuah kompleksitas pasar modal yang mampu disederhanakan oleh “pemahaman” sebuah pola dan pergerakan harga.</strong></p>
<p><strong>Tambahan:</strong></p>
<p>Mungkin anda ingat dan sempat membaca sebelumnya, GaleriSaham sempat membuat analisa teknikal berikut ini:</p>
<p><strong><a href="http://galerisaham.com/2010/02/23/itmg-kembali-ke-uptrend-line-trading-buy/" target="_blank">ITMG Kembali ke Uptrendline, Trading Buy</a></strong> 23 February ’10</p>
<p><strong><a href="http://galerisaham.com/2010/02/23/untr-break-resist-trading-buy/" target="_blank">UNTR Break Resist, Trading Buy</a></strong> 23 February ’10</p>
<p><strong><a href="http://galerisaham.com/2010/02/17/asii-potensi-membuat-all-time-high/" target="_blank">ASII Peluang Membuat All Time High </a></strong>17 February ’10</p>
<p>Ketiga saham tersebut ternyata mampu kembali ke uptrendline-nya disaat kondisi pasar yang kurang kondusif. Ada apa gerangan? Ternyata beberapa hari kemudian muncul berita fundamental yaitu berita kenaikan laba bersih perseroan pada akhir February ’10 (source: Insider Stories)</p>
<h3><a href="http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/low-interest-forex-gain-underpin-itmg.html" target="_blank">Low interest &amp; forex gain underpin ITMG</a></h3>
<h3><a href="http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/untr-posts-45-jump-in-net-profit.html" target="_blank">UNTR posts 45% jump in net profit</a></h3>
<h3><a href="http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/astra-reaches-high-record-in-profit.html" target="_blank">Astra reaches high record in profit</a></h3>
<p>Terlihat bahwa pergerakan harga saham akan menyesuaikan fundamentalnya, sebaliknya faktor fundamental juga selalu didukung oleh pergerakan harga di pasar.</p>
<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p>Artikel ini tidak akan membahas bagaimana harga besok, tetapi bagaimana kita menghadapi market. Artikel ini ingin memberi sedikit gambaran dan wawasan bahwa di dalam pasar modal yang ‘kompleks’ ini, kita dapat membuatnya menjadi lebih simpel / sederhana. Bagaimana? Dengan mempelajari dan memahami pergerakan harga serta tidak lupa membuka mata terhadap informasi yang ada.</p>
<p>“Chart is your friend, always stay ahead the curve”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/studi-kasus-analisa-teknikal-bsde/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Diri Anda (Quiz)</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/kenali-diri-anda-quiz/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kenali-diri-anda-quiz</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/kenali-diri-anda-quiz/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Tentang Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum memulai segala sesuatu, alangkah baiknya kita mengetahui tipe pribadi masing – masing. Sama halnya dalam berinvestasi di pasar modal,<a href="http://www.sahamkita.com/2012/01/15/kenali-diri-anda-quiz/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum memulai segala sesuatu, alangkah baiknya kita mengetahui tipe pribadi masing – masing. Sama halnya dalam berinvestasi di pasar modal, khususnya pasar saham, kita sebaiknya mengetahui karakteristik kita. Jangan sampai karena ketidaktahuan ataupun ketidakpedulian kita mengenal karakteristik diri sendiri, bukan untung yang di dapat melainkan buntung. INGAT, tidak sedikit orang yang mengalami kerugian walaupun bursa sedang Bullish.</p>
<p>SahamKita.com mengutip pepatah dari rekan kami di GaleriSaham.com yang dapat membantu anda mengenali karakter anda dalam berinvestasi sebagai berikut:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><a href="http://galerisaham.com/2010/09/01/if-you-know-the-enemy-know-yourself-you-need-not-fear-the-results-of-a-hundred-battles/" target="_blank">‘If You Know The Enemy &amp; Know Yourself, You Need Not Fear The Results of a Hundred Battles‘</a></strong> &#8211; Sun Tzu -</p>
<p>Pasti banyak dari kita yang pernah mendengar pepatah di atas, jika kita mengetahui dengan jelas siapa lawan dan bagaimana karakter diri kita, maka ratusan pertempuran pun tidak perlu ditakutkan. Sebaiknya kita mengenal karakter diri kita dengan jelas terlebih dahulu, dalam hal ini karakter kita sebelum terjun berinvestasi di pasar saham. Dengan mengetahui karakter individual, kita akan tahu bagaimana kita membawa diri, bereaksi, dan mengambil keputusan; beli, take profit, ataupun cutloss.</p>
<p><strong>Ada situs menarik yang dapat membantu kita semua untuk lebih mengenal karakter (kelebihan, kekurangan) dalam berinvestasi saham (hanya bahasa Inggris):</strong></p>
<p><a href="http://www.tharptradertest.com/default.aspx?question=1" target="_blank">http://www.tharptradertest.com/default.aspx?question=1</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Coba jawab sejujur mungkin sehingga memperoleh deskripsi paling sesuai.</p>
<p>Jika anda merasa Tes ini berguna, silahkan sampaikan kepada teman – teman anda agar dapat saling membantu dan menolong sesama.</p>
<p><em><strong>Do You Have What It Takes To Pull Big Money Out of The Market?????</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>www.SahamKita.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/kenali-diri-anda-quiz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siklus Pembelajaran Investor</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/siklus-pembelajaran-investor/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=siklus-pembelajaran-investor</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/siklus-pembelajaran-investor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Tentang Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Terlepas dari 3 proses analisa di atas, pada kenyataanya seorang investor saham akan melewati beberapa tahapan sebagai berikut: 1. Tahap<a href="http://www.sahamkita.com/2012/01/15/siklus-pembelajaran-investor/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Terlepas dari 3 proses analisa di atas, pada kenyataanya seorang investor saham akan melewati beberapa tahapan sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Tahap Gambling:</strong></p>
<p>Mereka tahu perlu melakukan analisa makro, mikro, dan perusahaan. Tetapi karena analisa 3 aspek tersebut tidaklah mudah dan merasa tidak memiliki waktu untuk belajar, orang cenderung memilih jalan singkat. Bagaimana? Mereka trading asal – asal an, yang penting untung. Membeli saham berdasarkan info teman, broker, media, dan lain – lain. Umumnya investor lebih sering rugi daripada untungnya di tahap ini dan jika telat menyadari kesalahannya, ia akan sulit keluar dari lingkaran setan ini. Memiliki mentor yang tepat sangat dianjurkan di awal investasi anda.</p>
<p><strong>2. Tahap Fundamentalist:</strong></p>
<p>Setelah kapok dengan ‘gambling’, akhirnya investor mulai kembali ke prosedur awal, yaitu melakukan analisa fundamental (makro, mikro, dan analisa perusahaan). Masalah yang muncul adalah bahwa tidak semua faktor fundamental bisa menjelaskan pergerakan harga. Perusahaan berfundamental bagus belum tentu harga sahamnya naik dan sebaliknya. Good Company tidak selalu Good Stock Price movement. Bad Company belum tentu Bad Stock Price Movement.</p>
<p><strong>3. Tahap Technicalist:</strong></p>
<p>Pada tahap ini investor mendalami <a href="http://galerisaham.com" target="_blank">analisa teknikal</a>, umumnya dengan menggunakan grafik harga historis dari sebuah saham. Mengapa memakai analisa ini? Karena umumnya investor saham fokus ke Capital Gain, bukan deviden, cashflow dan sebagainya. Capital Gain berkaitan erat dengan pergerakan harga, sedangkan pada tahap sebelumnya dirasakan bahwa analisa fundamental tidak selalu dapat menentukan pergerakan harganya. Jika investor menguasai <a href="http://galerisaham.com" target="_blank">analisa teknikal</a> dengan sangat baik, ia akan dengan mudah memperoleh keuntungan dan membatasi risiko dengan sangat baik.</p>
<p><strong>4. Tahap Techno-Fundamentalist:</strong></p>
<p>Pada tahap ini investor telah menguasai <a href="http://galerisaham.com" target="_blank">analisa teknikal</a> dengan sangat baik. Disamping itu, ia mengkombinasikan dengan analisa fundamental untuk memaksimalkan potensi return dari sebuah saham.</p>
<p>Setelah anda membaca 4 tahapan investor di atas, anda perlu memahami bahwa sangatlah mudah untuk melakukan <strong>Tahap 1: Gambling</strong>. Anda tinggal megnikuti teman, mencari info, rumor, dan lainnya. Anda tinggal beli saham yang sedang bergerak naik, membeli saham yang turun terus, yang penting cari untung. Proses yang sangat mudah dilakukan, tetapi pepatah mengatakan:” Easy come, Easy Go”. Investasi dan trading asal – asalan ini tidak akan memenuhi prinsip “High Risk, High return”, tetapi “High Risk, No Return”.</p>
<p><strong>Tahap 2: Fundamentalist</strong> merupakan tahap yang sulit dilakukan. Tetapi membuat anda lebih objektif dalam memilih saham. Anda mengetahui apa yang anda beli. Jangan sampai membeli kucing dalam karung. Kendala dari tahap ini adalah anda harus mampu menganalisa sebuah bisnis perusahaan dimana tidak semua investor memiliki kemampuan seperti itu. Solusinya adalah membaca hasil riset analis. Tetapi faktor fundamental tidak selalu dapat menjelaskan pergerakan harga yang terjadi.</p>
<p>Tahap yang paling simpel (walaupun bukan yang paling mudah) untuk dipelajari dan dipraktekkan adalah <strong>Tahap 3: Technicalist</strong>. Mengapa? Karena <a href="http://galerisaham.com" target="_blank">analisa teknikal</a> berkaitan dengan harga yang telah terjadi. Harga membentuk sebuah grafik historis dan ‘apa adanya’ tanpa ditutup – tutupi kebenarannya. Sebuah grafik dapat membantu investor menentukan timing membeli ataupun menjual sahamnya. (analisa teknikal akan dibahas lebih detil pada bagian khusus).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/siklus-pembelajaran-investor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahapan Dalam Menganalisa Saham</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/tahapan-dalam-menganalisa-saham/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tahapan-dalam-menganalisa-saham</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/tahapan-dalam-menganalisa-saham/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Tentang Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Analisa saham pada dasarnya hampir sama dengan proses menganalisa sebuah perusahaan atau bisnis. Terdapat 3 area yang perlu dianalisa jika<a href="http://www.sahamkita.com/2012/01/15/tahapan-dalam-menganalisa-saham/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Analisa saham pada dasarnya hampir sama dengan proses menganalisa sebuah perusahaan atau bisnis. Terdapat 3 area yang perlu dianalisa jika kita menganalisa prospek pertumbuhan sebuah bisnis atau perusahaan (Kita melihat prospek untuk melihat masa depan):</p>
<p><strong>1. Analisa Makro Ekonomi:</strong></p>
<p>Sebelum berbicara mengenai perusahan, kita perlu mengetahui bagaimana kondisi perekonomian secara global. Apakah ekonomi global saat ini sedang dalam proses pemulihan akibat krisis, ataukah sedang tumbuh berkembang dengan pesat, berada di puncak pertumbuhan, ataukah dalam sebuah krisis atau resesi. Istilah ini dikenal sebagai Siklus perekonomian / bisnis. Globalisasi mengakibatkan kebijakan sebuah negara akan saling mempengaruhi Negara yang lain. Kita perlu dengan jeli melihat hubungan sebab akibat ini.</p>
<p><strong>2. Analisa Mikro Ekonomi:</strong></p>
<p>Setelah mengetahui kondisi global, kita coba persempit analisa ke dalam negeri. Kita perlu mengetahui bedara dalam tahap manakah perekonomian Negara kita sebagaimana yang telah dijelaskan pada siklus bisnis di atas. Kita perlu tahu industri manakah yang sedang berkembang, yang sudah matang, yang lagi menurun, ataupun yang baru muncul dan berprospek cerah. Hal ini sangat penting karena jangan sampai kita berinvestasi di perusahaan yang industrinya sedang menurun padahal perekonomian rata – rata meningkat.</p>
<p><strong>3. Analisa Perusahaan:</strong></p>
<p>Setelah memahami kondisi global dan dalam negeri, serta memilah industri mana yang paling tepat, kini tiba saatnya kita memilih perusahaan mana tempat kita menginvestasikan dana kita. Saham perusahaan apa yang sebaiknya kita beli. Dalam hal ini, kita memerlukan Analisa Fundamental (untuk mengetahui perusahaan seperti apa) dan <a href="http://galerisaham.com" target="_blank">Analisa Teknikal</a> (untuk mengetahui timing yang tepat untuk membeli saham tersebut)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/tahapan-dalam-menganalisa-saham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelebihan &amp; Kekurangan Investasi Saham</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/kelebihan-kekurangan-investasi-saham/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kelebihan-kekurangan-investasi-saham</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/kelebihan-kekurangan-investasi-saham/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Tentang Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Kelebihan Investasi Saham: Memberikan potensi return yang tinggi dan berkesinambungan. Sangat likuid, saat anda ingin menjualnya, pembeli tersedia. (hal ini<a href="http://www.sahamkita.com/2012/01/15/kelebihan-kekurangan-investasi-saham/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kelebihan Investasi Saham:</strong></p>
<ol start="1">
<li>Memberikan potensi return yang tinggi dan berkesinambungan.</li>
<li>Sangat likuid, saat anda ingin menjualnya, pembeli tersedia. (hal ini dikarenakan Saham memiliki bursa tersendiri yakni Bursa Efek Indonesia yang mempertemukan pihak penjual dan pembeli.)</li>
<li>Tidak memerlukan rekruitmen karyawan baru</li>
<li>Tidak memerlukan perawatan</li>
<li>Tidak perlu membayar pajak selama memilikinya.</li>
<li>Nilai saham dapat dipantau dengan mudah di media &#8211; media cetak maupun visual.</li>
</ol>
<p><strong>Kekurangan Investasi Saham:</strong></p>
<ol>
<li>Potensi return yang tinggi pada saham kadang juga diiringi potensi rugi yang besar akibat salah pilih saham.</li>
<li>Karena sangat likuid, kadangkala menjadikannya terlalu fluktuatif sehingga saat kita mau menjual harganya tidak sesuai ekspektasi.</li>
<li>Tidak memerlukan pegawai, artinya anda sendiri yang memantau investasi saham anda. Kadangkala investor melupakan investasinya karena sibuk pada urusan lain sehingga investasinya terbengkalai.</li>
<li>Karena harga saham sangat mudah dipantau, kadangkala mempengaruhi psikologis investor untuk bertindak irasional, terlalu optimis, kadang emosional, dan panik. Bandingkan jika seseorang memiliki tanah untuk investasi, karena harga pasaran sulit diketahui, investor tanah tersebut tidak tahu perubahan harga secara harian.</li>
</ol>
<p><em>4 kelemahan diatas dapat diantisipasi jika kita memiliki <strong>perencanaan investasi saham (Investment / Trading Plan)</strong> yang jelas dan disiplin.</em><em></em></p>
<p>Setelah membaca kelebihan dan kekurangan berinvestasi di saham di atas, diharapkan anda dapat menentukan pilihan anda selanjutnya. Ya atau Tidak. Jika anda memilih Ya, silahkan membaca artikel kami lain-nya. Jika anda memilih Tidak, maka anda perlu mencari sarana investasi yang lebih tepat sesuai ekspektasi anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/kelebihan-kekurangan-investasi-saham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Investasi Saham?</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/apa-itu-investasi-saham/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apa-itu-investasi-saham</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/apa-itu-investasi-saham/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:36:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Tentang Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang bingung apa itu saham. Banyak yang tidak mengerti apa itu surat berharga. Yang diketahui hanyalah kalau saham bisa<a href="http://www.sahamkita.com/2012/01/15/apa-itu-investasi-saham/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang bingung apa itu saham. Banyak yang tidak mengerti apa itu surat berharga. Yang diketahui hanyalah kalau saham bisa memberi keuntungan berlipat &#8211; lipat ataupun kerugian yang berlipat &#8211; lipat pula.</p>
<p><strong>Saham</strong> adalah sebuah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan / badan usaha. Jadi, saat anda membeli sebuah saham, maka anda menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Karena itulah Saham disebut sebagai surat berharga, karena saham anda me-representasikan kepemilikan anda di perusahaan yang anda miliki / beli.</p>
<p><strong>Bagaimana sebuah saham dapat memberikan keuntungan? </strong>Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan &#8220;Bagaimana sebuah perusahaan memberikan anda keuntungan?&#8221;. Perusahaan didirikan untuk memberikan keuntungan kepada pemegang saham / pemilik. Dengan pertumbuhan bisnis yang bagus, perusahaan akan terus berkembang sehingga nilai aset-nya akan meningkat. Dengan demikian nilai modal pun akan tumbuh berkembang. Apa keuntungan lainnya bagi pemilik? Sebagai hasil apresiasi atas kinerja yang bagus, perusahaan pun membagikan sebagian dari laba bersih yang diperoleh kepada pemegang saham / pemilik. Bagaimana saham dapat memberikan keuntungan bagi investor? Sama seperti perusahaam, yakni <strong>1. Capital Gain</strong> (dari pertumbuhan nilai aset dan modalnya) dan <strong>2. Deviden</strong> (pembagian sebagian laba bersih untuk pemegang saham).</p>
<p>Masih bingung? Kami akan coba pakai analogi lainnya:</p>
<p>Apakah anda mengenal dengan baik sebuah &#8216;sertifikat tanah&#8217;? Saham dapat juga dianalogikan seperti &#8216;sertifikat tanah&#8217;. Bagaimana? Saat anda memiliki sebuah sertifikat tanah (tentunya atas nama anda pribadi) di suatu kompleks perumahan misalnya, anda berhak atas bagian tanah tersebut sesuai yang tertera pada sertifikat. (Kompleks perumahan bisa dianalogikan sebagai sebuah perusahaan dan sertifikat tanah dianalogikan sebagai saham perusahaan. Memiliki sertifikat tanah berarti anda memiliki sebagian tanah dari keseluruhan kompleks) Selanjutnya anda menjadikan lahan anda sebuah areal parkir mobil dan motor. Anda akan mendapatkan <strong>Capital Gain </strong>jika anda menjual tanah anda lebih tinggi dari yang anda beli, dalam hal ini anda menikmati keuntungan jika anda telah menjualnya. Anda juga akan mendapatkan pemasukan dari sebagian tarif parkir yang anda peroleh sebagai laba bersih. Sebagian dari laba bersih anda tarik ke kantong pribadi sebagai <strong>Deviden</strong>. Semoga dengan analogi ini pemahaman mengenai saham semakin jelas.</p>
<p>Saat ini, hampir semua investor di bursa saham membeli saham untuk mencari <strong>Capital Gain</strong> saja. Hal ini karena <strong>Capital Gain</strong> lebih mudah dan cepat diperoleh dibandingkan <strong>Deviden</strong> yang besarnya tergantung dari kinerja perusahaan dan biasanya dibagikan hanya 2x setahun. Kami tidak akan membahas kelebihan dan kekurangan masing &#8211; masing, tetapi kami akan memfokuskan perihal <strong>Capital Gain</strong> kedepannya.</p>
<p>Sebelum pembahasan lebih jauh mengenai Investasi Saham, mungkin muncul pertanyaan &#8220;Mengapa harus memilih investasi di saham? Mengapa tidak investasi di tanah? Properti? Emas? Valuta asing? Lukisan? Barang langka? Mobil langka? Atau perusahaan sendiri?</p>
<p>Anda tidak harus memilih Saham sebagai sarana investasi anda jika anda punya sarana investasi yang lebih baik. Kami secara objektif tidak menutup mata bahwa banyak sarana investasi yang sama bahkan jauh lebih menarik dari investasi saham. Masalahnya, apakah kita memiliki sumber daya untuk melakukan investasi tersebut? Apakah memiliki network yang kuat untuk menjalankannya? Apakah kita punya SDM yang memadai? Apakah kita punya waktu disamping kesibukan kita sehari &#8211; hari untuk mnegerjakannya? Jika anda memilih investasi di emas, properti, rumah, lukisan, ataupun barang langka, apakah sudah dipertimbangkan tempat menyimpannya? Bagaimana tingkat likuiditasnya? Apakah saat anda ingin menjual saat itu juga langsung ada pembeli? Banyak sekali pertanyaan yang akan muncul, tetapi hanya satu jawaban terbaik: &#8220;Jika anda harus belajar dari nol dengan modal yang tidak terlalu besar, Saham merupakan pilihan terbaik anda&#8221;. Investasi saham merupakan sebuah bisnis, bukan sekedar ‘main saham’!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2012/01/15/apa-itu-investasi-saham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Materi Pembahasan SahamKita.com</title>
		<link>http://www.sahamkita.com/2011/12/27/materi-pembahasan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=materi-pembahasan</link>
		<comments>http://www.sahamkita.com/2011/12/27/materi-pembahasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 14:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SahamKita.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahamkita.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[SahamKita.com akan menyediakan berbagai pembahasan seputar investasi saham Indonesia meliputi: Pengenalan Investasi Saham Analisa Makro Ekonomi Analisa Saham Analisa Teknikal<a href="http://www.sahamkita.com/2011/12/27/materi-pembahasan/" class="searchmore">Read the Rest...</a><div class="clr"></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SahamKita.com</strong> akan menyediakan berbagai pembahasan seputar investasi saham Indonesia meliputi:</p>
<ol>
<li><a href="http://www.sahamkita.com/category/belajar-saham/" target="_blank">Pengenalan Investasi Saham</a></li>
<li><a href="http://www.sahamkita.com/category/analisa-makro/" target="_blank">Analisa Makro Ekonomi</a></li>
<li><a href="http://www.sahamkita.com/category/analisa-saham/" target="_blank">Analisa Saham</a></li>
<li><a href="http://www.sahamkita.com/category/analisa-teknikal-saham/" target="_blank">Analisa Teknikal Saham</a> (Bekerja saham dengan <strong><a href="http://galerisaham.com" target="_blank">GaleriSaham.com</a></strong>)</li>
<li>Rekomendasi Saham (Bekerja saham dengan <strong><a href="http://galerisaham.com" target="_blank">GaleriSaham.com</a></strong> dan <strong><a href="http://galerisaham.com/premium" target="_blank">GaleriSahamPREMIUM</a></strong>)</li>
<li><a href="http://www.sahamkita.com/category/studi-kasus/" target="_blank">Studi Kasus</a></li>
<li>Pendidikan Investasi Saham</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahamkita.com/2011/12/27/materi-pembahasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
