Tag: Investasi Saham

Kenali Diri Anda (Quiz)

Sebelum memulai segala sesuatu, alangkah baiknya kita mengetahui tipe pribadi masing – masing. Sama halnya dalam berinvestasi di pasar modal, khususnya pasar saham, kita sebaiknya mengetahui karakteristik kita. Jangan sampai karena ketidaktahuan ataupun ketidakpedulian kita mengenal karakteristik diri sendiri, bukan untung yang di dapat melainkan buntung. INGAT, tidak sedikit orang yang mengalami kerugian walaupun bursa sedang Bullish.

SahamKita.com mengutip pepatah dari rekan kami di GaleriSaham.com yang dapat membantu anda mengenali karakter anda dalam berinvestasi sebagai berikut:

 

‘If You Know The Enemy & Know Yourself, You Need Not Fear The Results of a Hundred Battles‘ – Sun Tzu -

Pasti banyak dari kita yang pernah mendengar pepatah di atas, jika kita mengetahui dengan jelas siapa lawan dan bagaimana karakter diri kita, maka ratusan pertempuran pun tidak perlu ditakutkan. Sebaiknya kita mengenal karakter diri kita dengan jelas terlebih dahulu, dalam hal ini karakter kita sebelum terjun berinvestasi di pasar saham. Dengan mengetahui karakter individual, kita akan tahu bagaimana kita membawa diri, bereaksi, dan mengambil keputusan; beli, take profit, ataupun cutloss.

Ada situs menarik yang dapat membantu kita semua untuk lebih mengenal karakter (kelebihan, kekurangan) dalam berinvestasi saham (hanya bahasa Inggris):

http://www.tharptradertest.com/default.aspx?question=1

 

Coba jawab sejujur mungkin sehingga memperoleh deskripsi paling sesuai.

Jika anda merasa Tes ini berguna, silahkan sampaikan kepada teman – teman anda agar dapat saling membantu dan menolong sesama.

Do You Have What It Takes To Pull Big Money Out of The Market?????

 

Selamat mencoba.

 

www.SahamKita.com


Siklus Pembelajaran Investor

Terlepas dari 3 proses analisa di atas, pada kenyataanya seorang investor saham akan melewati beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Gambling:

Mereka tahu perlu melakukan analisa makro, mikro, dan perusahaan. Tetapi karena analisa 3 aspek tersebut tidaklah mudah dan merasa tidak memiliki waktu untuk belajar, orang cenderung memilih jalan singkat. Bagaimana? Mereka trading asal – asal an, yang penting untung. Membeli saham berdasarkan info teman, broker, media, dan lain – lain. Umumnya investor lebih sering rugi daripada untungnya di tahap ini dan jika telat menyadari kesalahannya, ia akan sulit keluar dari lingkaran setan ini. Memiliki mentor yang tepat sangat dianjurkan di awal investasi anda.

2. Tahap Fundamentalist:

Setelah kapok dengan ‘gambling’, akhirnya investor mulai kembali ke prosedur awal, yaitu melakukan analisa fundamental (makro, mikro, dan analisa perusahaan). Masalah yang muncul adalah bahwa tidak semua faktor fundamental bisa menjelaskan pergerakan harga. Perusahaan berfundamental bagus belum tentu harga sahamnya naik dan sebaliknya. Good Company tidak selalu Good Stock Price movement. Bad Company belum tentu Bad Stock Price Movement.

3. Tahap Technicalist:

Pada tahap ini investor mendalami analisa teknikal, umumnya dengan menggunakan grafik harga historis dari sebuah saham. Mengapa memakai analisa ini? Karena umumnya investor saham fokus ke Capital Gain, bukan deviden, cashflow dan sebagainya. Capital Gain berkaitan erat dengan pergerakan harga, sedangkan pada tahap sebelumnya dirasakan bahwa analisa fundamental tidak selalu dapat menentukan pergerakan harganya. Jika investor menguasai analisa teknikal dengan sangat baik, ia akan dengan mudah memperoleh keuntungan dan membatasi risiko dengan sangat baik.

4. Tahap Techno-Fundamentalist:

Pada tahap ini investor telah menguasai analisa teknikal dengan sangat baik. Disamping itu, ia mengkombinasikan dengan analisa fundamental untuk memaksimalkan potensi return dari sebuah saham.

Setelah anda membaca 4 tahapan investor di atas, anda perlu memahami bahwa sangatlah mudah untuk melakukan Tahap 1: Gambling. Anda tinggal megnikuti teman, mencari info, rumor, dan lainnya. Anda tinggal beli saham yang sedang bergerak naik, membeli saham yang turun terus, yang penting cari untung. Proses yang sangat mudah dilakukan, tetapi pepatah mengatakan:” Easy come, Easy Go”. Investasi dan trading asal – asalan ini tidak akan memenuhi prinsip “High Risk, High return”, tetapi “High Risk, No Return”.

Tahap 2: Fundamentalist merupakan tahap yang sulit dilakukan. Tetapi membuat anda lebih objektif dalam memilih saham. Anda mengetahui apa yang anda beli. Jangan sampai membeli kucing dalam karung. Kendala dari tahap ini adalah anda harus mampu menganalisa sebuah bisnis perusahaan dimana tidak semua investor memiliki kemampuan seperti itu. Solusinya adalah membaca hasil riset analis. Tetapi faktor fundamental tidak selalu dapat menjelaskan pergerakan harga yang terjadi.

Tahap yang paling simpel (walaupun bukan yang paling mudah) untuk dipelajari dan dipraktekkan adalah Tahap 3: Technicalist. Mengapa? Karena analisa teknikal berkaitan dengan harga yang telah terjadi. Harga membentuk sebuah grafik historis dan ‘apa adanya’ tanpa ditutup – tutupi kebenarannya. Sebuah grafik dapat membantu investor menentukan timing membeli ataupun menjual sahamnya. (analisa teknikal akan dibahas lebih detil pada bagian khusus).


Tahapan Dalam Menganalisa Saham

Analisa saham pada dasarnya hampir sama dengan proses menganalisa sebuah perusahaan atau bisnis. Terdapat 3 area yang perlu dianalisa jika kita menganalisa prospek pertumbuhan sebuah bisnis atau perusahaan (Kita melihat prospek untuk melihat masa depan):

1. Analisa Makro Ekonomi:

Sebelum berbicara mengenai perusahan, kita perlu mengetahui bagaimana kondisi perekonomian secara global. Apakah ekonomi global saat ini sedang dalam proses pemulihan akibat krisis, ataukah sedang tumbuh berkembang dengan pesat, berada di puncak pertumbuhan, ataukah dalam sebuah krisis atau resesi. Istilah ini dikenal sebagai Siklus perekonomian / bisnis. Globalisasi mengakibatkan kebijakan sebuah negara akan saling mempengaruhi Negara yang lain. Kita perlu dengan jeli melihat hubungan sebab akibat ini.

2. Analisa Mikro Ekonomi:

Setelah mengetahui kondisi global, kita coba persempit analisa ke dalam negeri. Kita perlu mengetahui bedara dalam tahap manakah perekonomian Negara kita sebagaimana yang telah dijelaskan pada siklus bisnis di atas. Kita perlu tahu industri manakah yang sedang berkembang, yang sudah matang, yang lagi menurun, ataupun yang baru muncul dan berprospek cerah. Hal ini sangat penting karena jangan sampai kita berinvestasi di perusahaan yang industrinya sedang menurun padahal perekonomian rata – rata meningkat.

3. Analisa Perusahaan:

Setelah memahami kondisi global dan dalam negeri, serta memilah industri mana yang paling tepat, kini tiba saatnya kita memilih perusahaan mana tempat kita menginvestasikan dana kita. Saham perusahaan apa yang sebaiknya kita beli. Dalam hal ini, kita memerlukan Analisa Fundamental (untuk mengetahui perusahaan seperti apa) dan Analisa Teknikal (untuk mengetahui timing yang tepat untuk membeli saham tersebut)


Kelebihan & Kekurangan Investasi Saham

Kelebihan Investasi Saham:

  1. Memberikan potensi return yang tinggi dan berkesinambungan.
  2. Sangat likuid, saat anda ingin menjualnya, pembeli tersedia. (hal ini dikarenakan Saham memiliki bursa tersendiri yakni Bursa Efek Indonesia yang mempertemukan pihak penjual dan pembeli.)
  3. Tidak memerlukan rekruitmen karyawan baru
  4. Tidak memerlukan perawatan
  5. Tidak perlu membayar pajak selama memilikinya.
  6. Nilai saham dapat dipantau dengan mudah di media – media cetak maupun visual.

Kekurangan Investasi Saham:

  1. Potensi return yang tinggi pada saham kadang juga diiringi potensi rugi yang besar akibat salah pilih saham.
  2. Karena sangat likuid, kadangkala menjadikannya terlalu fluktuatif sehingga saat kita mau menjual harganya tidak sesuai ekspektasi.
  3. Tidak memerlukan pegawai, artinya anda sendiri yang memantau investasi saham anda. Kadangkala investor melupakan investasinya karena sibuk pada urusan lain sehingga investasinya terbengkalai.
  4. Karena harga saham sangat mudah dipantau, kadangkala mempengaruhi psikologis investor untuk bertindak irasional, terlalu optimis, kadang emosional, dan panik. Bandingkan jika seseorang memiliki tanah untuk investasi, karena harga pasaran sulit diketahui, investor tanah tersebut tidak tahu perubahan harga secara harian.

4 kelemahan diatas dapat diantisipasi jika kita memiliki perencanaan investasi saham (Investment / Trading Plan) yang jelas dan disiplin.

Setelah membaca kelebihan dan kekurangan berinvestasi di saham di atas, diharapkan anda dapat menentukan pilihan anda selanjutnya. Ya atau Tidak. Jika anda memilih Ya, silahkan membaca artikel kami lain-nya. Jika anda memilih Tidak, maka anda perlu mencari sarana investasi yang lebih tepat sesuai ekspektasi anda.


Apa Itu Investasi Saham?

Banyak yang bingung apa itu saham. Banyak yang tidak mengerti apa itu surat berharga. Yang diketahui hanyalah kalau saham bisa memberi keuntungan berlipat – lipat ataupun kerugian yang berlipat – lipat pula.

Saham adalah sebuah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan / badan usaha. Jadi, saat anda membeli sebuah saham, maka anda menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Karena itulah Saham disebut sebagai surat berharga, karena saham anda me-representasikan kepemilikan anda di perusahaan yang anda miliki / beli.

Bagaimana sebuah saham dapat memberikan keuntungan? Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan “Bagaimana sebuah perusahaan memberikan anda keuntungan?”. Perusahaan didirikan untuk memberikan keuntungan kepada pemegang saham / pemilik. Dengan pertumbuhan bisnis yang bagus, perusahaan akan terus berkembang sehingga nilai aset-nya akan meningkat. Dengan demikian nilai modal pun akan tumbuh berkembang. Apa keuntungan lainnya bagi pemilik? Sebagai hasil apresiasi atas kinerja yang bagus, perusahaan pun membagikan sebagian dari laba bersih yang diperoleh kepada pemegang saham / pemilik. Bagaimana saham dapat memberikan keuntungan bagi investor? Sama seperti perusahaam, yakni 1. Capital Gain (dari pertumbuhan nilai aset dan modalnya) dan 2. Deviden (pembagian sebagian laba bersih untuk pemegang saham).

Masih bingung? Kami akan coba pakai analogi lainnya:

Apakah anda mengenal dengan baik sebuah ‘sertifikat tanah’? Saham dapat juga dianalogikan seperti ‘sertifikat tanah’. Bagaimana? Saat anda memiliki sebuah sertifikat tanah (tentunya atas nama anda pribadi) di suatu kompleks perumahan misalnya, anda berhak atas bagian tanah tersebut sesuai yang tertera pada sertifikat. (Kompleks perumahan bisa dianalogikan sebagai sebuah perusahaan dan sertifikat tanah dianalogikan sebagai saham perusahaan. Memiliki sertifikat tanah berarti anda memiliki sebagian tanah dari keseluruhan kompleks) Selanjutnya anda menjadikan lahan anda sebuah areal parkir mobil dan motor. Anda akan mendapatkan Capital Gain jika anda menjual tanah anda lebih tinggi dari yang anda beli, dalam hal ini anda menikmati keuntungan jika anda telah menjualnya. Anda juga akan mendapatkan pemasukan dari sebagian tarif parkir yang anda peroleh sebagai laba bersih. Sebagian dari laba bersih anda tarik ke kantong pribadi sebagai Deviden. Semoga dengan analogi ini pemahaman mengenai saham semakin jelas.

Saat ini, hampir semua investor di bursa saham membeli saham untuk mencari Capital Gain saja. Hal ini karena Capital Gain lebih mudah dan cepat diperoleh dibandingkan Deviden yang besarnya tergantung dari kinerja perusahaan dan biasanya dibagikan hanya 2x setahun. Kami tidak akan membahas kelebihan dan kekurangan masing – masing, tetapi kami akan memfokuskan perihal Capital Gain kedepannya.

Sebelum pembahasan lebih jauh mengenai Investasi Saham, mungkin muncul pertanyaan “Mengapa harus memilih investasi di saham? Mengapa tidak investasi di tanah? Properti? Emas? Valuta asing? Lukisan? Barang langka? Mobil langka? Atau perusahaan sendiri?

Anda tidak harus memilih Saham sebagai sarana investasi anda jika anda punya sarana investasi yang lebih baik. Kami secara objektif tidak menutup mata bahwa banyak sarana investasi yang sama bahkan jauh lebih menarik dari investasi saham. Masalahnya, apakah kita memiliki sumber daya untuk melakukan investasi tersebut? Apakah memiliki network yang kuat untuk menjalankannya? Apakah kita punya SDM yang memadai? Apakah kita punya waktu disamping kesibukan kita sehari – hari untuk mnegerjakannya? Jika anda memilih investasi di emas, properti, rumah, lukisan, ataupun barang langka, apakah sudah dipertimbangkan tempat menyimpannya? Bagaimana tingkat likuiditasnya? Apakah saat anda ingin menjual saat itu juga langsung ada pembeli? Banyak sekali pertanyaan yang akan muncul, tetapi hanya satu jawaban terbaik: “Jika anda harus belajar dari nol dengan modal yang tidak terlalu besar, Saham merupakan pilihan terbaik anda”. Investasi saham merupakan sebuah bisnis, bukan sekedar ‘main saham’!


  • Daftar Mailing List

    Daftarkan email anda 'GRATIS' untuk memperoleh update terbaru kami via email lebih cepat dengan bergabung di YahooGroups. Isi email anda di bawah ini, klik 'Subscribe' dan cek inbox anda segera untuk melakukan konfirmasi.
    Subscribe to sahamkita

    Powered by SahamKita.com Y! Groups

  • Artikel Sebelumnya

  • www.SahamKita.com
    iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress